Posts

KEKERASAN ATAS NAMA AGAMA

Image
(Benarkah Agama Islam Mengilhami Tindak Kekerasan Kaum Muslim?)     1.       Pengantar Dalam sejarah tercatat banyak konflik, kererasan, bahkan perang yang bermotif agama.Agama seakan menjadi kedok dan alasan fundamental yang terus ada dan tak terhapus di balik masalah kekerasan yang tak berujung tersebut. Perang atas nama agama tersebut kadang menyertakan identitas lain seperti etnis, suku bangsa, bahkan negara.   Sebut saja beberapa perang yang atas nama agama seperti “perang Salib” yang melibatkan negara-negara Kristen Eropa dan negara Muslim Arab. Perang antara India yang beragama Hindu dengan Pakistan yang beragama Islam.Selain itu pemebrontakan etnis Moro yang beragama Islam kepada Pemerintah Philipina yang mayoritasnya beragama Katolik.Di Indonesia kekerasan atas nama agama telah menjadi bagian dari sejarah kita. Kekerasan atas nama agama di Indonesia yang cukup besar terjadi di Ambon dan Poso. Masalah yang kini sedang menjadi pembic...

“Touching a Void”

Image
Malam yang dingin dengan rintikan hujan dan hembusan angin. Aku dan teman-temanku masih menunggu datangnya angkutan yang bisa membawa kami ke kaedai penginapan. Sebuah mobil Pick up terbuka datang dan membantu kami. Bunyi tarikan gas kian meninggi sepanjang jalan yang semakin memuncak dan kelokan jalan yang kian melengkung. Kubalikan arah pandanganku ke belakang. Sungguh suatu keindahan: cahaya lampu hiasi Garut dan Ciseurupan yang terletak di kaki Gunung Papandayan. Aku semakin jauh dan kurasakan cahaya itu hilang muncul ketika terhalang oleh pepohonan dan bukit-bukit kecil. Pick up itu berhenti di depan sebuah kedai yang gelap dan sepi. Malam itu hanya beberapa kedai yang tertangkap mataku. Dingin menembus pakaian kami. Kami masuk ke sebuah ruangan belakang yang ada di balik kedai. Kedai ini memang sengaja dibuka untuk pendakian kami. Kedai itu tampak basah setelah diguyuri hujan seharian. Seonggok kayu api terkumpuk di susut kedai. Perlahan kami mengelilingi api yang menya...

"CATATAN AKHIR TAHUN"

"Dalam kehidupan ini kita tidak dapat melakukan suatu hal besar, kita hanya bisa melakukan pekerjaan-pekerjaan kecil dengan cinta yang besar. Setialah pada perkara kecil karena di dalamnyalah terdapat kekuatan kita. Saat kita khawatir akan hidup kita ketahuilah bahwa Tuhan sudah merencanakan yang terbaik untuk masa depan kita", Kata Mama Teresia dari Kalkuta. (Goresan Sang Waktu: sebuah cerita tentang 365 hari) Yang aku katakan untuk kita: Tiga ratus enam puluh lima hari  kita lalui. Kita memang seperti ini: menghabiskan waktu dalam batas hari, bulan bahkan tahun. Kemudian kita menyambut hari yang telah kita nantikan selama tiga ratus enam puluh lima hari itu. Kita jelang satu hari baru dalam rangakaian tiga ratus enam pluh lima hari yang baru. Tiga ratus enam puluh lima hari dengan sejumlah rencana yang menempati hari-hari, tanggal demi tanggal dalam agenda harian kita. Tiga ratus enam puluh lima hari yang kita nantikan dengan harapan...