Posts

Showing posts with the label Insipratif

DENDAM

Image
Pada suatu hari, George W. Bush dan Shaddam Husein bertemu di Swiss. Saddam berkata, “semalam saya bermimpi berkunjung ke negeri Anda. Di setiap pintu rumah penduduk Anda saya melihat tulisan, “Kami Cinta Saddam Husein”.             Bush balas menyindir, “ Tadi malam saya juga bermimpi. Saya bermimpi berkunung ke Irak. Saya mengunjungi semua kota di sana, termasuk Baghdad. Jalanan kota sungguh indah dan bersih. Bayak sekali gedung pencakar langit. Semua orang berpakaian rapid an kelihtan makmur. Anak-anak tanpak sehat. Toko-toko memajang barang mewah. Oww ya, saya juga melihat tulisan di setiap pintu ruamh, toko, dan gedung pencakar langit.“

Miracle in Cell No. 7

Image
        My English teacher gave me a DVD. The title of the movie was Miracle in Cell No. 7. At the first time I attracted by the cover. There was a little girl set inside the cartoon box. It was written there “Kids off limits” and “deliver me to my father”. The story in Miracle in Cell No. 7 was a family movie. The story in “ Miracle in Cell No. 7” was simple, but I realized the power of this movie. The characters of the actors, especially Yong-gu and Ye-seung brought my self of being a part of them. The flash back plot gave me an insight about the feeling of loosing my power. In the mind of being a father with mental problems, I thought that I got angry at the time. It made this movie sentimental and touch.

Bidadarimu

Image
Alkisah, seorang bayi yang akan dilahirkan ke muka bumi bertanya keada Tuhan, “Tuhan sebentar lagi saya akan dilahirkan ke bumi, tetapi bagaimana aku bisa hidup di sana sedangkan tubuhku ini begitu kecil dan rapuh?” Tuhan menjawab sambil tersenyum, “Aku akan menugaskan salah seorang bidadari-Ku untuk menemani dan menjagamu di sana.” “Tetapi, sekarang aku hidup di surga. Tidak ada yang aku kerjakan selain bernyanyi dan bergembira. Aku bahagia di sini.” “Janganlan sedih. Bidadarimu kelak akan bernyanyi dan bermain bersamamu sepanjang hari. Ia akan mencurahkan cintanya padamu dan membuatmu bahagia.”

GEMI: Doa Yang Terkabul

Image
            Sebuah kapal karam ditengah laut karena terjangan badai dan ombak yang dahsyat. Mage dan Gemi adalah dua orang yang berhasil menyelamat diri dan berenang ke sebuah pulau kecil yang gersang. Keduanya tidak atahu apa yang harus mereka lakukan. Namun, mereka yakin bahwa tidak ada yang dapat mereka lalkukan kecuali berdoa kepada Tuhan. Untuk mengetahui doa siapa yang akan dikabulkan, mereka sepakat untuk membagi pulau itu menjadi dua wilayah. Kemudian keduanya tinggal sendiri-sendiri bersebrangan di sisi-sisi pulau itu.

Nelayan Yang Puas

Image
Usahawan kaya dari kota terkejut menjumpai nelayan di pantai sedang berbaring bermalas-malasan di samping perahunya, sambil mengisap rokok. ‘Mengapa engkau tidak pergi menangkap ikan?’ tanya usahawan itu. ‘Karena ikan yang kutangkap telah menghasilkan cukup uang untuk makan hari ini,’ jawab nelayan. ‘Mengapa tidak kau tangkap lebih banyak lagi daripada yang kau perlukan?’ tanya usahawan. ‘Untuk apa?’ nelayan balas bertanya.

Kaya Hati Banyak Cinta

Image
Namanya BAI FANG LI, orang miskin yang pekerjaannya adalah tukang becak. Seluruh hidupnya dihabiskan di atas sadel becaknya, mengayuh dan mengayuh untuk memberi jasanya kepada orang yang naik becaknya. Mengantarkan kemana saja pelanggannya menginginkannya, dengan imbalan uang sekedarnya. Tubuhnya tidaklah perkasa. Perawakannya malah tergolong kecil untuk ukuran becaknya atau orang-orang yang menggunakan jasanya. Tetapi semangatnya luar biasa untuk bekerja. Mulai jam enam pagi setelah melakukan rutinitasnya untuk bersekutu dengan Tuhan.Bai Fang Li melalang di jalanan, di atas becaknya untuk mengantar para pelanggannya. Dan ia akan mengakhiri kerja kerasnya setelah jam delapan malam. Para pelanggannya sangat menyukai Bai Fang Li, karena ia pribadi yang ramah dan senyum tak pernah lekang dari wajahnya. Dan ia tak pernah mematok berapa orang harus membayar jasanya. Namun karena kebaikan hatinya itu, banyak orang yang menggunakan jasanya membayar lebih. Mungk...

Selalu Siap

Image
Keluarga Markus sangat bersyukur dengan kehadiran ibunya yang dikenal sebagai orang yang rajin. Ibu tua itu tak hanya membersihkan rumah melainkan juga punya waktu berdoa yang terjadwal. Suatu malam ia melihat sang ibu mengajarkan putra sulungnya berdoa. Ia teringat masa kecilnya di kampung saat ibunya mengajarkan ia berdoa. Kini cucunya sudah bisa bedoa sediri, terutama meenjelang tidur. Sang oma sangat senang. Suatu pagi sang oma bertanya kepada cucnya yang baru keluar dari kamar tidur.  “Adi, kamu berdoa atau tidak?” “Saya selalu berdoa sebelum tidur”, jawab si cucu. Pagi ini, kamu berdoa, ga? Tanya ibunya. “Ga’ bu, jawab Adi.” “Kenapa?” “Kan, udah ga gelap lagi”. “Ketika kita hanya berdoa dalam ketakutan: kita menunjukkan betapa tidak siapnya kita.” Ketika dalam keadaan siap kita masih berdoa: Kita menunjukkan kepasrahan kita. Saat kita pasrah dan berdoa di situlah iman kita sesungguhnya”

Semangkuk Nasi Putih

Image
Cerita ini berdasarkan kisah nyata yang terjadi di negri Tiongkok. Pada sebuah senja dua puluh tahun yang lalu, terdapat seorang pemuda yang kelihatannya seperti seorang mahasiswa berjalan mondar mandir didepan sebuah rumah makan  cepat saji di kota metropolitan, menunggu sampai tamu direstoran sudah agak sepi, dengan sifat yang segan dan malu-malu dia masuk kedalam restoran tersebut. Kemudian pemuda itu berkata: “Tolong sajikan saya semangkuk nasi putih”; dengan kepala menunduk pemuda ini berkata kepada pemilik rumah makan. Sepasang suami istri muda pemilik rumah makan, memperhatikan pemuda ini hanya meminta semangkuk nasi putih dan tidak memesan lauk apapun, lalu menghidangkan semangkuk penuh nasi putih untuknya.

Belajar Untuk Diam

Image
Ada empat murid yang bermaksud melakukan meditasi keheningan selama tujuh hari di sebuah biara. Selama meditasi mereka bersepakat untuk tidak saling berbicara. Pada hari pertama, semuanya diam. Meditasi mereka berlangsung khusyuk. Namun, ketika malam mulai tiba, nyala lampu lampion menjadi remang-remang. Salah seorang murid tidak bisa menahan diri dan berteriak kepada pelayan biara, “pelayan, tolong betulkan lampu itu.” Murid kedua heran mendengar suara temannya. Lalu, ia berbisik, sssstt, bukankah kita tak boleh berbicara.” Melihat hal itu, murid ketiga menegur, “ Kalian berdua bodoh sekali. Mengapa kalian berbicara?” Murid keempat tersenyum- senyum sendiri. “Hm, sayalah satu-satunya yang tidak berbicara,” katanya menyimpulkan.   

Rahmat

Image
Dua malaikat sedang melakukan perjalanan.   Ketika malam tiba, mereka berhenti dan bermaksud menginap di sebuah rumah milik keluarga kaya.   Keluarga itu sangat kasar dan menolak malaikat itu untuk menginap di kamar tamu mereka. Mereka menyediakan ruang bawah tanah yang dingin untuk kedua malaikat itu. Malam itu, ketika kedua malaikat itu tidur di atas lantai yang sangat kasar dan dingin, malaikat yang lebih tua melihat sebuah lubang di dinding. Kemuadian ia memperbaikinya. Ketika malaikat yang lebih muda menanyakan mengapa ia melakukan kebaikan kepada kaluarga yang telah berbuat tidak sopan itu, malaikat yang lebih tua menjawab, “segala sesuatu itu tidak sesalu tidak sebagaimana tampaknya.” Esok malamnya, kedua malaikat itu singgah di rumah keluarga petani yang sangat miskin, tetapi ramah. Mereka membagi makanan, mempersilakan kedua malaikat itu tidur di tempat tidur mereka. Malam itu, mereka tidur dengan nyenyak. Keesokan harinya, ketika matahari terbit, kedua mala...

Membeli Cinta

Image
Di sebuah daerah tinggalah seorang saudagar yang kaya raya. Dia mempunyai seorang hamba yang sangat lugu. Begitu lugunya, hingga orang memanggilnya “si bodoh”. Suatu ketika sang tuan menyuruhnya pergi ke sebuah perkampungan miskin untuk menagih hutang pada para penduduk di sana.   “Hutang mereka sudah jatuh tempo,” kata sang tuan. “Baik, Tuan,” sahut si bodoh, tetapi nanti uangnya mau diapakan?” “Belikan sesuatu yang belum akau punyai”, jawab sang tuan.             Maka, pergilah si bodoh ke perkampungan yang dimaksud. Cukup kerepotan juga si bodoh menjalankan tugasnya. Ia mengumpulkan recehan demi recehan dari para penduduk kampong. Penduduk kampung itu memang sangat miskin. Apalagi pada saat penagihan itu dilakukan kampung itu sedang dilanda kemarau yang panjang.             Akhirnya si bodoh, berhasil menyelesaikan tugasnya. Dalam perjalanan pulang, ia ingat...

Kopi Asin

Image
Emen Bhajo Seorang pria bertemu dengan seorang gadis di sebuah pesta.  Gadis itu tampil luar biasa, mengagumkan. Banyak lelaki yang mencoba mengejar  gadis itu. Sedangkan si Pria sebetulnya tampil biasa saja dan tak ada yang begitu memperhatikan dia, tapi pada saat pesta selesai dia memberanikan diri mengajak gadis itu untuk sekedar mencari minuman hangat. Gadis itu agak terkejut, tapi karena kesopanan si pria itu, gadis itu mengiyakan ajakannya. Dan mereka berdua akhirnya duduk di sebuah coffee shop, tapi si Pria sangat gugup untuk berkata apa-apa suasana hening ini berlangsung cukup lama, dan akhirnya gadis itu mulai merasa tidak nyaman dan berkata, "Kita pulang aja yuk...?!?". Namun, tiba-tiba si Pria meminta sesuatu pada sang Pramusaji, "Bisa minta garam buat kopi saya?" Semua orang yang mendengar memandang dengan heran ke arah si Pria, aneh sekali!!. Wajahnya berubah merah, tapi tetap saja dia memasukkan garam tersebut ke dalam kopinya dan meminumny...

Rumah Seribu Cermin

Image
Dahulu, di sebuah desa kecil yang terpencil, ada sebuah rumah yang dikenal dengan nama “Rumah Seribu Cermin.” Suatu hari seekor anjing kecil sedang berjalan-jalan di desa itu dan melintasi “Rumah Seribu Cermin”. Ia tertarik pada rumah itu dan memutuskan untuk masuk melihat-lihat apa yang ada di dalamnya. Sambil melompat-lompat ceria ia menaiki tangga rumah dan masuk melalui pintu depan. Telinga terangkat tinggi-tinggi. Ekornya bergerak-gerak secepat mungkin. Betapa terkejutnya ia ketika masuk ke dalam rumah, ia melihat ada seribu wajah ceria anjing-anjing kecil dengan ekor yang bergerak-gerak cepat. Ia tersenyum lebar, dan seribu wajah anjing kecil itu juga membalas dengan senyum lebar, hangat dan bersahabat. Ketika ia meninggalkan rumah itu, ia berkata pada dirinya sendiri, “Tempat ini sangat menyenangkan. Suatu saat aku akan kembali mengunjunginya sesering mungkin.”

Mawar Untuk Ibu

Image
    S eorang pria berhenti ditoko bunga untuk memesan seikat karangan bunga yang akan dikirimkan kepada sang ibu yang tinggal 250 KM darinya. Begitu keluar dari mobilmya, ia melihat seorang gadis kecil berdiri di trotoar jalan sambil menangis tersedu-sedu. Pria itu bertanya mengapa gadis kecil itu menangis dan gadis kecil itu menjawab,Saya ingin membeli setangkai bunga mawar merah untuk ibu saya. Tetapi saya hanya mempunyai uang lima ratus rupiah, sedangkan harga mawar itu seribu rupiah. Pria itu tersenyum dan berkata, Ayo ikut aku, aku akan membelikan bunga yang kau mau. Kemudian, ia membelikan gadis kecil itu setangkai mawar merah, sekaligus memesan karangan bunga untuk dikirimkan kepada ibunya.

Semangkuk Mie Kuah

Image
Ny. Hsu yang tinggal di Kao Hsiung, anak gadisnya pulang dari Amerika pada saat awal bulan Januari, dan membawa sebuah kisah nyata yang menggugah hati. Kisah yang terjadi pada malam Chu Si (malam menjelang Tahun Baru Imlek), berjumlah sebanyak 50 halaman lebih. Tokoh dalam cerita ini pada saat menceritakan kisahnya mengharukan banyak orang Jepang. Cerita ini dinamakan "Semangkuk Mie Kuah".  Tanggal 31 bulan Desember lima belas tahun yang lalu, yang juga merupakan malam Chu Si, di sebuah jalan di kota Sapporo, Jepang, ada sebuah toko mie yang bernama "Pei Hai Thing" (Pei = Utara; Hai = Laut; Thing = Kios, toko). Makan mie pada malam Chu Si, adalah adat istiadat turun temurun dari orang Jepang, pada hari itu pemasukan toko mie sangatlah baik, tidak terkecuali "Pei Hai Thing", hampir sehari penuh dengan tamu pengunjung , tetapi setelah jam 22.00 ke atas sudah tidak ada pengunjung yang datang lagi. Pada saat biasanya jalan yang sangat ramai hingga w...

"Tak Selamanya Waktu adalah Uang"

Image
Seperti biasa Markus, Kepala Cabang di sebuah perusahaan swasta terkemuka di Jakarta, tiba di rumahnya pada pukul 9 malam. Tidak seperti biasanya, David, putra pertamanya yang baru duduk di kelas tiga SD membukakan pintu untuknya. Nampaknya ia sudah menunggu cukup lama. "Kok, belum tidur ?" sapa Mark sambil mencium anaknya. Biasanya David memang sudah lelap ketika ia pulang dan baru terjaga ketika ia akan berangkat ke kantor pagi hari. Sambil membuntuti sang Papa menuju ruang keluarga, David menjawab, "Aku nunggu Papa pulang. Sebab aku mau tanya berapa sih gaji Papa ?" "Lho tumben, kok nanya gaji Papa ? Mau minta uang lagi, ya ?" "Ah, enggak. Pengen tahu aja" ucap David singkat. "Oke. Kamu boleh hitung sendiri. Setiap hari Papa bekerja sekitar 10 jam dan dibayar Rp. 400.000,-. Setiap bulan rata-rata dihitung 22 hari kerja. Sabtu dan Minggu libur, kadang Sabtu Papa masih lembur. Jadi, gaji Papa dalam satu bulan berapa...