Posts

SUNGAI TERKUTUK

Image
KEHIDUPAN telah diambil alih oleh binatang terkutuk: Ular. Ular terkutuk ini telah melegenda karena seorang wanita cantik yang membuatnya cemburu. Untuk menarik perhatian wanita ia memakai kata-kata indah yang mengelabui wanita. Dosa penipuan ini membuatnya terkutuk. Ular itu kini, berjemur di tepian sungai yang berbatu. Kehadiran ular di tepian sungai ini merupakan salah satu kemungkinan dari akhir cerita ular dan wanita itu. Manusia yang berhubungan dengan ular akan punya kemampuan untuk menipu dan mengutuk. Apa pun yang berhubungan dengan ular akan terkutuk. *** Semasa kecil aku dilarang keras untuk pergi ke sungai. Yang melarangku bukan hanya ibu, melainkan oma, kakak, bahkan ayah. Ayah hanya memberikan tugas untuk diselesaikan setiap sore, saat dimana anak-anak mengunjungi sungai. Ibu melarangku karena aku tak bisa berenang. Kakak punya alasan lain kalau aku ke sungai saya harus bisa berlari. Aku sungguh ingin ke sungai. Hasrat itu kian membesar tapi kesempatan kian me...

“BUNGA,HARAM UNTUK IBU”

Image
HIDUP itu penuh risiko. Jika kau tidak siap mengambil risiko, kau tidak akan belajar tentang hidup yang sesungguhnya, bahkan kau tak akan pernah menemukan cinta sejati. Orang yang siap mengambil resiko telah mulai mengambil satu langkah menuju mimpi. Inilah sekilas pandangan hidup yang ia punya saat masa sekolahnya berhenti di SMA. Kesempatan selanjutnya ia gunakan untuk siapkan diri mengambil risiko. Risiko itu nyata. *** Risiko pertama yang ia hadapai adalah menikah muda. Pernikahan membawanya masuk suatu dunia baru, asing, dan ia tahu ada risiko di dalamnya. Ia sungguh menikah dengan seorang pria karena perbedaan. Perbedaan yang sungguh ia sadari penuh risiko. Baginya masalah adalah saat dimana ia tidak bisa menerima risiko. Ia wanita yang tak ingin membiarkan risiko menjadi masalah. Saat putri bungsunya lahir, perbedaan hampir jadi masalah bagi wanita itu. Pria yang menjadi suaminya ingin mengabadikan nama ibunnya. Iya wanita yang mengatakan apa yang ia pikirkan baik wala...

Nelayan Yang Puas

Image
Usahawan kaya dari kota terkejut menjumpai nelayan di pantai sedang berbaring bermalas-malasan di samping perahunya, sambil mengisap rokok. ‘Mengapa engkau tidak pergi menangkap ikan?’ tanya usahawan itu. ‘Karena ikan yang kutangkap telah menghasilkan cukup uang untuk makan hari ini,’ jawab nelayan. ‘Mengapa tidak kau tangkap lebih banyak lagi daripada yang kau perlukan?’ tanya usahawan. ‘Untuk apa?’ nelayan balas bertanya.

BIBIR JALAN

Image
AKU  lahir di bibir jalan. Aku dan jalan begitu dekat. Aku percaya bibir jalan menjagaku dan bahu jalan tak melukaiku. Jarak aku dan bahu jalan hanya selangkah walau saat itu roda kendaraan menggilas aspal cepat. Rumahku persis di ujung kampung dengan jalan menurun. Banyak kendaraan lalu-lalang. Suara kendaraan melaju tak mengganggu, bunyi klakson menambah semangat, kendaraan yang berhenti terasa seperti seorang akan mengunjungiku. “Bagaimana aku tak percaya pada bibir jalan?” Aku selalui diberi kejutan. Bukankah semua anak suka kejutan. Aku senang duduk di bahu jalan merasakan sisa hangat matahari yang masih melekat. Kadang aku bercakap-cakap di bibir jalan bersama teman-teman. Hampir semua kendaraan yang lewat membunyikan klakson dan ayahku mengangkat tangannya. Kadang ia menyapa supir, kadang penumpangnya, kadang kendaraan-kendaraan itu berhenti dan mereka bercerita sejenak. Kejadian ini berulang.

“Malaikat Yang Terluka”

Image
          LUKA itu milik penjahat. Beginilah persamaan yang dibuat di kota itu. Katanya, luka-luka setia luka adalah cabikan benda tajam ketika bertarung. Lagi kata mereka, menutup semua badan dianggap menyembunyikan sesuatu. Kalo dibuka dan luka-luka itu tampak mereka bilang, orang ini sungguh penjahat. Begitulah pikiran penduduk kota itu diinstal. Pikiran itu memakan habis nyali penduduknya tapi menumbuhan mental berpraduga bahkan keahlian untuk menuduh dan mencela. ****

Kaya Hati Banyak Cinta

Image
Namanya BAI FANG LI, orang miskin yang pekerjaannya adalah tukang becak. Seluruh hidupnya dihabiskan di atas sadel becaknya, mengayuh dan mengayuh untuk memberi jasanya kepada orang yang naik becaknya. Mengantarkan kemana saja pelanggannya menginginkannya, dengan imbalan uang sekedarnya. Tubuhnya tidaklah perkasa. Perawakannya malah tergolong kecil untuk ukuran becaknya atau orang-orang yang menggunakan jasanya. Tetapi semangatnya luar biasa untuk bekerja. Mulai jam enam pagi setelah melakukan rutinitasnya untuk bersekutu dengan Tuhan.Bai Fang Li melalang di jalanan, di atas becaknya untuk mengantar para pelanggannya. Dan ia akan mengakhiri kerja kerasnya setelah jam delapan malam. Para pelanggannya sangat menyukai Bai Fang Li, karena ia pribadi yang ramah dan senyum tak pernah lekang dari wajahnya. Dan ia tak pernah mematok berapa orang harus membayar jasanya. Namun karena kebaikan hatinya itu, banyak orang yang menggunakan jasanya membayar lebih. Mungk...

Selalu Siap

Image
Keluarga Markus sangat bersyukur dengan kehadiran ibunya yang dikenal sebagai orang yang rajin. Ibu tua itu tak hanya membersihkan rumah melainkan juga punya waktu berdoa yang terjadwal. Suatu malam ia melihat sang ibu mengajarkan putra sulungnya berdoa. Ia teringat masa kecilnya di kampung saat ibunya mengajarkan ia berdoa. Kini cucunya sudah bisa bedoa sediri, terutama meenjelang tidur. Sang oma sangat senang. Suatu pagi sang oma bertanya kepada cucnya yang baru keluar dari kamar tidur.  “Adi, kamu berdoa atau tidak?” “Saya selalu berdoa sebelum tidur”, jawab si cucu. Pagi ini, kamu berdoa, ga? Tanya ibunya. “Ga’ bu, jawab Adi.” “Kenapa?” “Kan, udah ga gelap lagi”. “Ketika kita hanya berdoa dalam ketakutan: kita menunjukkan betapa tidak siapnya kita.” Ketika dalam keadaan siap kita masih berdoa: Kita menunjukkan kepasrahan kita. Saat kita pasrah dan berdoa di situlah iman kita sesungguhnya”