Posts

“She is the ONE” (Esensi Menjadi Wanita)

Image
“Wanita itu Kehidupan” . Saya harap semua orang menerimannya. Apakah semua orang sadar akan wajah wanita dijadikan “hiasan”?. Wanita jadi bunga di sudut meja, bunga di tepi jalan, bunga desa. Ingat wanita juga jadi bintang: bintang iklan, bintang film. Topeng ini melukiskan tentang hakikat menjadi wanita. Saya sengaja membuat lukisan topeng di atas topeng. Topeng ini adalah wanita yang diberi topeng. Pertama, dasar topeng ini wanita, ditempatkan beberapa unsur yang menurut menggambarkan esensi menjadi wanita. Pertama di bagian kepala terdapat dua buah gambar. Partama, wanita setengah wajah, hitam dan gelap. Gambar tersebut berdampingan dengan gambar janin sebagai awal kehidupan. Wanita dalam keadaan yang sedemikian terdesak, tersudut, dan diabaikan, ia tetap memberikan harapan akan kehidupan. Kedua, air dan seorang yang memancing di antara mulut yang dijahit. Air mata wanita bukan keluhan yang memelas rasa iba. Air mata wanita itu peluh untuk perjuangan yang tak terputus. K...

PROSESI BAHARI: SEMANA SANTA ( Liturgi, Devosi, atau Wisata?)

Image
Mater Dolorosa Liturgi berarti doa bersama. Dengan doa bersama, seharusnya terbentuk komunitas doa. Seharusnya komunitas liturgi tidak terbatas pada waktu perayaan. Seharusnya perayaan liturgi mempertemukan orang sebagai saudara seiman. [1] Lirurgi adalah perayaan iman gereja akan misteri penyelamatan Allah yang terlaksana dalam Yesus Kristus. Dalam liturgi terjadi perjumpaan antara Allah dengan manusia melalui Yesus Kristus dalam ikatan Roh Kudus. Berdasarkan pemahaman di atas maka Prosesi Bahari dapat kita asumsikan sebagai sebuah bentuk liturgi di mana masyarakat setempat membentuk sebuah komunitas doa. Mereka tidak membatasi dirinya pada waktu perayaan saja. Dalam prosesi ini, mereka sebagai umat Allah mengalami suatu perjumpaan dengan Allah yang sungguh mereka yakini hadir melalui Yesus Kristus yang mereka arak sepanjang perjalanan bahari itu. Di samping itu devosi sendiri berarti dedikasi pribadi Kristen kepada seorang kudus atau kepada sala satu aspek dari kehidupan K...

TRANSFORMASI DI TENGAH PENDERITAAN

Image
Realitas kejahatan dan penderitaan yang terjadi saat ini merupakan masalah yang dihadapi oleh sekian banyak orang. Penderitaan membawa orang pada pertanyaan tentang makna hidup, penderitaan, dan juga kehadiran Allah. Banyak orang menjadi putus asa, bersikap apatis atau frustasi karena melihat kenyataan hidup yang penuh dengan gejolak, krisis, bencana alam, dan kemiskinan. Banyak orang menjadi ragu-ragu dan cemas akan masa depan mereka, karena agama tidak memberikan solusi. Banyak orang berpandangan bahwa agama tidak lagi menjadi pegangan yang mampu mengubah keadaan. Situasi apatis dan   putus asa menunjukkan bahwa orang kehilangan kepercayaan akan masa depan. Dalam situasi tersebut orang mudah melampiaskan kemarahan dengan berbagai tindakan yang merugikan. [1]

"Tak Selamanya Waktu adalah Uang"

Image
Seperti biasa Markus, Kepala Cabang di sebuah perusahaan swasta terkemuka di Jakarta, tiba di rumahnya pada pukul 9 malam. Tidak seperti biasanya, David, putra pertamanya yang baru duduk di kelas tiga SD membukakan pintu untuknya. Nampaknya ia sudah menunggu cukup lama. "Kok, belum tidur ?" sapa Mark sambil mencium anaknya. Biasanya David memang sudah lelap ketika ia pulang dan baru terjaga ketika ia akan berangkat ke kantor pagi hari. Sambil membuntuti sang Papa menuju ruang keluarga, David menjawab, "Aku nunggu Papa pulang. Sebab aku mau tanya berapa sih gaji Papa ?" "Lho tumben, kok nanya gaji Papa ? Mau minta uang lagi, ya ?" "Ah, enggak. Pengen tahu aja" ucap David singkat. "Oke. Kamu boleh hitung sendiri. Setiap hari Papa bekerja sekitar 10 jam dan dibayar Rp. 400.000,-. Setiap bulan rata-rata dihitung 22 hari kerja. Sabtu dan Minggu libur, kadang Sabtu Papa masih lembur. Jadi, gaji Papa dalam satu bulan berapa...

“Lera Wulan Tanah Ekan” Dalam Kebudayaan Lamaholot

Image
    1. Pendahuluan             Injil dan penginjilan tidak harus bertentangan dengan kebudayaan. Malahan dapat merasuki kebudayaan tanpa menjadi tunduk terhadapnya (Evangelii Nuntiandi No. 20). Gereja Katolik dengan misi pewartaannya hadir dalam tiap-tiap kebudayaan yang dijumpainya, menyapa dan membaur ke dalam kebudayaan masyarakat setempat. Pada umumnya kehadiran agama Katolik yang dibawa oleh misionaris Eropa merangkul kebudayaan masyarakat setempat. Dengan cara ini, Agama Katolik beserta ajarannya dapat diterima baik oleh masyarakat karena masyarakat merasa tersapa oleh ajarannya. Mereka merasa bahawa kehadiran agama katolik sungguh menjawabi pertanyaan akan misteri ilahi dalam kepercayaan tradisional yang selama ini mereka dalami. Kenyataan ini berlaku pula pada masyarakat Lamaholot. Sebagai masyarakat yang berbudaya, orang Lamaholot mempunyai cara hidup dan kekhasannya yang terdapat dalam budaya sehari...

THOMAS AQUINAS: Manusia dan Pengetahuan Akan Allah

Image
1.  Pengantar Manusia adalah ciptaan yang unik. Manusia memiliki sifat dan kemampuan yang tidak dimiliki oleh makhluk lain.  Kehadiran manusia di dunia ini bukan merupakan suatu yang terjadi begitu saja. Ada kegiatan (penyebab) sebelumnya yang terjadi sehingga manusia ada. Kenyataan lain menunjukkan bahwa manusia tidak kekal di dunia ini. Suatu saat orang akan meninggalkan dunia ini. Ada saat lahir dan ada saat orang mati. Pertanyaan yang kemudian muncul adalah darimakah manusia? Apakah hidup ini abadi? Segala sesuatu berjalan pada jalurnya sendiri-sendiri. Manusia sadar bahwa ada “sesuatu” yang mewujudkan semua itu. Dengan bantuan akal budinya manusia mencoba membuktikan “sesuatu” itu. Makalah ini mencoba mengemukakan pemikiran Thomas Aquinas tentang Manusia dan Pengetahuan akan Allah. Makalah ini berusaha menunjukkan bukti akan adanya “sesuatu” itu. Bagaimana Allah yang transenden itu dapat diterima oleh manusia? Bagaimana caranya agar manusia percaya bahwa Allah adala...

"Jalan Kita Masih Parah"

Image
Anis mengemudi mobilnya menuju Kota dengan penumpang dan barang  full bagasi . Penumpang yang dimutanya setiap hari pasar Wolowona adalah ibu-ibu penjual sayur dan buah dari Moni dan Ndu’a Ria. Walau jalannya cukup parah terkikis air di musim hujan, kerikil kecil sisa longsor dan berdebuh di musim panas mobil Anis tetap melaju cepat. Mungkin karena ia sudah biasa dengan jalan Moni menuju Wolowaru saat membawa   anak pasar   menjual hasil pertanian. Jalanannya lebih berbahaya, menuruni bukit.  Apalagi ketika sampai di tempat yang dinamai Kora Merah, sungguh menakutkan. Jalannya bertepikan jurang yang dalam dan berdindingkan tebing batu kekuningan. Anis tetap tiba dengan selamat di pasar dan membantu penumpang menurunkan barang. Ongkos perjalanan biasanya ditangguhkan setelah barang-barang laku terjual. Ia selalu melakukan itu karena ia tahu persis keadaan orang di desa. Selain itu ia ia cukup akrab dengan ibu-ibu yang juga anggota persekutuan doa di gereja yang s...